Teringat kamu #1

Bagaimana mungkin aku melupakanmu. Kita berada di satu kelas selama 4 tahun. Meski memang itu sudah lama. Lebih tepatnya ketika kita sama sama berada di sekolah dasar. Sebelum pemisahan kelas laki laki dan perempuan, aku memperhatikanmu terkadang. Kamu tinggi. Termasuk anak yang pintar. Seperti anak laki laki seumuranmu kala itu, kamu anak yang suka bercanda.
Kala itu kita sedang antri untuk ujian praktik sholat jenazah. Tentu saja aku menyibukkan diri dengan menghafal doanya. Bukan hal yang mudah untuk menghafal doa itu, dulu. Lalu kamu bersama kedua teman mu melakukan sebuah drama kecil.
Dalam drama kalian, ada adegan tembak. Kemudian setelah satu tertembak, yang lain menyolatkan. Ternyata orang yang di solatkan belum meninggal. Dia mengarahkan pistolnya ke orang yang sedang menyolatkan. Kemudian kalian semua meninggal.
Jika dipikir sekarang, skenarionya benar benar aneh. Tapi waktu itu aku diam diam tertawa. Dan mungkin lupa bahwa aku harus menghafal bagaimana cara sholat jenazah. (01)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s