#3 Optimis dan Realistis

Facing problem, sometimes we dont have to be realistis. It sound stupid but in some case it can be true.
Ada "tangan" yang lebih besar, mengubah takdir untuk mereka yang dikehendaki. Meski mungkin kita tidak tahu apakah yang dilakukan-Nya adalah mengubah takdir atau membalikkan hati kita dan mengarahkan pada yang pasti lebih baik dari yang kita punya.
Aku selalu percaya itu. Saking percayanya, ada seorang yang mengataiku optimis tapi nggak realistis. Ya emang kadang kita nggak butuh realistis dalam berharap. Banyak hal diluar kita yang mungkin saja terjadi. Tuhan Maha Pemurah, pikirku. Jadi ya wajar saja ketika aku menjadi optimis adalah salah satu upaya ku meminta pada Tuhan untuk dihadap dengan yang terbaik. Atau disiapkan untuk menerima apa yang Dia pilihkan untuk ku.
Dia Maha Kaya. Jadi pikir ku, mengapa kita meminta sedikit, ketika Dia memang memiliki segalanya. Toh apa yang kita minta sebenarnya juga hanya sedikit sekali dari yang dimiliki-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s