sajak putus asa

sudikah kiranya hamba dianggap ada?
apakah hamba terlalu hina untuk tercipta?
sehingga mengakui keberadaan hamba tak seorang pun sudi
salahkah hamba berharap untuk ada?
tidakah hamba juga diijinkan untuk berinteraksi?

yang bisa hamba lakukan hanyalah terdiam
atau mungkin hamba bisa berinteraksi dengan mereka
makhluk yang tak kan membalas apapun ucapan hamba
mereka yang fana, dan tak terlihat
hanya hamba yang mampu berinteraksi dengan mereka

About nabielalala

hear, see, and keep bloging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: