karena aku

aku tersendu dalam pilu
dengan bodohnya aku tetap melakukan hal itu
padahal aku tahu, setelah tersendu tak selalu ada senyum setelah itu

aku terisak karena aku tahu aku tidak tahu apa-apa

merintih dalam perih
dan berkata dengan lirih
“aku kah orang yang tak bisa dipercayai?
aku kah yang pantas mereka sebut pengkhianat?
atau adakah kata yang tepat untuk menyebut orang sehina aku?”

fakta yang perih ini datang bertubi-tubi kepadaku
seolah menghujatku karena kesalahan-kesalahanku

Tags:

About nabielalala

hear, see, and keep bloging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: