rumah basis utama dlm pendidikan

Rumah adalah basis utama dalam pendidikan anak. Rumah juga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar, oleh karena itu penting bagi orang tua untuk menciptakan linkungan yang mendukung ke arah kesuksesan pendidikan. Untuk menciptakan linkungan tersebut, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh.

  1. Melengkapi fasilitas pendidikan.
    1. Tempat belajar yang ‘fun’

Untuk membuat tempat belajar yang menyenangkan tidak selalu mematok bajet yang tinggi. Sebuah kursi dan meja yang dilengkapi dengan lemari saja sudah cukup. Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan piranti tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Misalnya, anak suka beragam warna dan gambar yang lucu. Beri kesempatan mereka membuat hiasan untuk meja mereka. Ajaklah mereka untuk merancang hiasannya sendiri dengan bahan yang tersedia. Cara ini mengasah kekreativitasan anak juga menghemat biaya. Lebih baik lagi jika disediakan tempat khusus untuk memajang karyanya.

Kalau bisa setiap anak diberi tempat belajar khusus. Beri anak tanggung jawab atas meja dan kursi mereka. Tapi orang tua juga harus berperan agar tempat belajar anak jadi menyenangkan. Sesekali bantulah mereka untuk mengatur meja belajar mereka.

Semakin baik dan menarik keberadaan fasilitas ini, anak semakin merasa bahwa belajar adalah suatu hal yang istimewa dalam keluarga. Selanjutnya ini akan semakin memacu motivasi belajarnya.

  1. Perpustakaan

Minimal ada buku koleksi. Karena untuk menumbuhkan motivasi kependidikan anak, buku adalah sarana yang paling tepat.  Kecintaan anak terhadap buku harus ditumbuhkan sedini mungkin.

Alhamdulillah jika di rumah bisa disediakan tempat untuk perpustakaan. Kesan dalam hati anak akan lebih jauh mendalam di bandingkan dengan meminjam buku teman. Memiliki koleksi sendiri juga bisa menjadi kebanggaan anak. Jika orang tua mau menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk menabah koleksi buku si buah hati, maka tidak akan sulit mewujudkan perpus mini.

Penataan dan perawatan yang baik terhadap buku juga harus dilakukan. Buku sederhana atau bekas pun harus disampuli agar rapi dan bersih. Semakin orang tua memfasilitasi anak,  si buah hati akan semakin menghargai perpus mini mereka. Bagi keluarga yang mampu sediakan ensiklopedi anak dan beberapa buku refrensi. Buku-buku tersebut akan membuat anak semakin ramah dengan perpustakaan. Asal keberadaan buku ini tidak hanya menjadi pajangan.

  1. Media informasi

Media ini berupa televisi, radio, majalah, buku, dan komputer. Di sinilah peran otang tua untuk menyeleksi media apa saja yang akan digunakan oleh anak. Karena beberapa media informasi bisa merusak anak.

  1. Budaya ilmiah
    1. Membudayakan anak berdzikir, membaca al qur’an, dan ber do’a
    2. Membiasakan anak belajar. Dalam langkah ini bukan hanya anak yang belajar namun orang tua juga memberikan contoh.
    3. Adanya jam baca. Biasakan anggota keluarga berkumpul pada sebuah ruangan dengan masing-masing membaca buku. Aktivitas ini tak harus memakan waktu lama, kisaran waktunya 10-15 menit.
    4. Gairah Cerita. Pembacaan ceritan oleh orang tua kepada anak meiliki manfaat yang sangat besar. Sekaligus wahana meluaskan cakrawala berfikir anak, sebagai media bagi orang tua untuk mengajarkan nilai-nilai moral, meningkatkan kecintaan anak terhadap buku, dan memelihara rasa keingintahuan mereka.
    5. Gairah Rasa Ingin Tahu. Jika anak sudah tidak memiliki gairah rasa ingin tahu lagi, mereka akan cenderung menolak pendidikan itu. Maka, menumbuhkan budaya ingin tahu di dalam rumah adalah penting sekali. Rasa ingin tahu anak akan terpancing jika mereka menerima informasi yang menarik. Orang tua bisa mengupayakan hal ini menggunakan sarana media informasi. Bisa diperkuat lagi lewat pancingan-pancingan yang diberikan orang tua. Sebenarnya, setiap bayi terlahir dengan berbekal rasa ingin tahu yang amat besar. Selanjutnya mereka berkembang menjadi anak yang ingin serba tahu. Pertanyaan tentang segala sesuatu yang mereka temui seakan tak pernah berhenti mengalir. Fitrah ini penting untuk dipelihara dan diarahkan. Dengan kesabaran orang tua untuk terus menjawab pertanyaan anak, memancinya dengan pertanyaaan baru, inilah yang akan mempertinggi gairah rasa ingin tahu anak.

Maka dalam rumah yang telah berhasil menjadi basis utama dalam pendididkan, akan tercipta suasana kependidikan yang khas di dalamnya. Walaupun ini memakan dana yang tidak sedikit, sungguh ini merupakan investasi yang sangat berharga untuk masa depan anak.

Salah besar jika orang tua merasa bahwa urursan pendidikan telah sepenuhnya disampaikan di sekolah, dan tinggal berkomunikasi dan bersantai bersama keluarga tanpa diberi bobot nilai pendidikan.

Tugas mendidik anak yang utama dipegang oleh keluarga. Berat memang, tapi insyaallah, dengan upaya maksimal menciptakan kondisi rumah sebagai basis pendidikan akan banyak menolong.

Mudah mudahan Allah member kita petunjuk untuk mewujudkan ruang didik yang nyaman untuk anak anak kita.

sumber: istimewakan setiap anak

Tags:

About nabielalala

hear, see, and keep bloging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: