Wedding preparation #2

So after we get a place to get wedding, next stuff is administration. Nggak sih sebenarnya, ada hal yang nggak kalah penting, jauh sebelum nentuin gedung malah. Yaitu nentuin jumlah undangan.
Dari jumlah undangan itu, kita bisa kebayang gedung mana yang muat dan berapa ntar habisnya buat catering.
Nah baru habis dapet itu angka tamunya, barulah cari gedung. In this case, akhirnya temen aku booking sebuah gedung yang nggak terlalu jauh sama rumahnya. Tapi gede, luas, dan meyakinkan. Tentu saja hal tersebut atas berbagai pertimbangan. Awalnya dia dan calonnya pengen di gedung yang lain. Emang enak si gedung ini, udah kaya pemain lawas lah kalo dalam bidang wedding. Tapi, akses ke gedungnya itu susah. Mengingat solo sedang pembangunan. Jadi jalan yang tadinya jauh aja, jadi jauh banget karena muter. Karena pertimbangan itu lah akhirnya setelah diskusi panjang dia dan ibunya, maka didapat jalan tengah yang tetep di gedung tapi yang nggak jauh dari rumah.
Oke, kembali ke bahasan di awal, administrasi. Setelah kamu fiks tempat menikahnya bakal dimana, nah ini bisa banget ngurus administrasi. Kenapa? Karena pencatatan pernikahan sekarang itu berdasarkan tempat menikah. Liat dulu kecamatan mana yang kamu tempati buat nikah.
Langkah pertama tentu ngurus berkas calon mempelai laki laki. Mulai dari surat pengantar rt yg nanti di cap rw juga buat ngurus surat di kelurahan dulu. Nah setelah fiks suratnya, kamu bakal disuruh bikin beberapa surat.
1. Surat keterangan belum menikah
2. Surat keterangan tentang orang tua
3. Surat keterangan asal usul
Nah si calon ini nanti bakal menemui kolom dimana akan ditanyakan tempat menikah. Itu di isi kecamatan tempat kamu bakal nikah. In case kamu perempuan, tinggal di kecamatan a, nikah di kecamatan b, calonmu tinggal di kecamatan c. Nah kolom ini ditulisnya kecamatan b.
Syarat buat ngurus semua surat itu adalah fotokopi ktp, kk, dan akta kelahiran.
Berkas yg tadi diurus, itu berkas calon mempelai pria dulu. Setelah kelar di kelurahan, baru dia ke KUA. Nah setelah itu baru urus berkas di tempat tinggal calon mempelai perempuan.
Alurnya sama. Sama sama ngurus surat pengantar dan beberapa surat keterangan yang kaya di atas.
Ini baru bahas surat yang di kelurahan ya, ngges. Masih ada beberapa tahap lagi kaya berkas di kua, dll.
I will tell you when i get more information~

See you in the next post

Advertisements

wedding preparation

start form this post, i will try to share how was wedding preparation in solo, Indonesia.

it is not actually my wedding, but yea i am helping my friend who has to work in other city.

to tell you, wedding it self is something amazing. It is a big decision. it is not only about you love your future husband or wife. it connect two families who were not knowing each other (unless you marry your own family like your cousin or child of you parents cousin because in my religion, you may).

getting marry is not only about being legal couple (?). its ceremony is influence by several thing in you culture of course. they have some philosophical procedure. luckily in my friend wedding, she doesn’t want to get some cultural stuff. It is not that bad actually doing javanese wedding ceremony, it is just complicated, need a lot of people to do that and we know nothing about it. so we just do islamic ceremony. which much more easier in my opinion.

this is the very first day, i look for a place to get marry. think about what kind of facilities they serve and the price of course. getting marry nowadays is getting expensive too. it is not merely ceremony but also showing where is your social status.


menikah dan persiapannya. kali ini aku buat postingan tentang persiapan pernikahan. bukan aku. bukan. mmm, belum mungkin. tapi ini bisa jadi latihan. oke langsung saja pada intinya, hari ini aku mencari tempat dulu. aku menemukan tiga tempat alternatif, semuanya masih sama-sama milik danar hadi (kalo kamu tahu ini toko batik hits di solo yang omzetnya gede juga).

ya intinya itu price list nya in case you look for it. and not interest in my life. of course, gue siapa. wkakakakakak

Teringat kamu #1

Bagaimana mungkin aku melupakanmu. Kita berada di satu kelas selama 4 tahun. Meski memang itu sudah lama. Lebih tepatnya ketika kita sama sama berada di sekolah dasar. Sebelum pemisahan kelas laki laki dan perempuan, aku memperhatikanmu terkadang. Kamu tinggi. Termasuk anak yang pintar. Seperti anak laki laki seumuranmu kala itu, kamu anak yang suka bercanda.
Kala itu kita sedang antri untuk ujian praktik sholat jenazah. Tentu saja aku menyibukkan diri dengan menghafal doanya. Bukan hal yang mudah untuk menghafal doa itu, dulu. Lalu kamu bersama kedua teman mu melakukan sebuah drama kecil.
Dalam drama kalian, ada adegan tembak. Kemudian setelah satu tertembak, yang lain menyolatkan. Ternyata orang yang di solatkan belum meninggal. Dia mengarahkan pistolnya ke orang yang sedang menyolatkan. Kemudian kalian semua meninggal.
Jika dipikir sekarang, skenarionya benar benar aneh. Tapi waktu itu aku diam diam tertawa. Dan mungkin lupa bahwa aku harus menghafal bagaimana cara sholat jenazah. (01)

Everytime

Almost everysingle time I want to get close to you, I afraid. Even though I am type of person who get close to someone easly. Or at least I think we are close enough.
It start with a simple conversiation.
How is the weather?
How is your study?
How are you?
And personal things follow after it.
We are getting closer. You talk about your past. And me too.
Change.
I started to wish that I could meet you, have a talk. Wasting time with you. But I think I am not in a place that I may. I am just nobody to you.

Have you ever felt like that? When you get closer to someone, who actually doesnt feel the same way?

When things started to get personal, that was the time for easly missunderstood.

#3 Optimis dan Realistis

Facing problem, sometimes we dont have to be realistis. It sound stupid but in some case it can be true.
Ada "tangan" yang lebih besar, mengubah takdir untuk mereka yang dikehendaki. Meski mungkin kita tidak tahu apakah yang dilakukan-Nya adalah mengubah takdir atau membalikkan hati kita dan mengarahkan pada yang pasti lebih baik dari yang kita punya.
Aku selalu percaya itu. Saking percayanya, ada seorang yang mengataiku optimis tapi nggak realistis. Ya emang kadang kita nggak butuh realistis dalam berharap. Banyak hal diluar kita yang mungkin saja terjadi. Tuhan Maha Pemurah, pikirku. Jadi ya wajar saja ketika aku menjadi optimis adalah salah satu upaya ku meminta pada Tuhan untuk dihadap dengan yang terbaik. Atau disiapkan untuk menerima apa yang Dia pilihkan untuk ku.
Dia Maha Kaya. Jadi pikir ku, mengapa kita meminta sedikit, ketika Dia memang memiliki segalanya. Toh apa yang kita minta sebenarnya juga hanya sedikit sekali dari yang dimiliki-Nya.

#2

Goals. In life you must have goals. It will lead you. Make your to do list for a day. And each day, you will know how far you go.
Of course laziness will come. Just remind your self something that you want achieve. So that laziness will (let say) go away. If you dont have enough motivation, and decide to not do what you suppose to do, regret will come. In some case, depress come after caused by regret and overthink.
So it is your choise, to deal with your plan or regret.

#1

Sering kali orang mengeluh susah sebelum mencoba. Mereka melihat seolah di depannya ada tembok besar yang sulit untuk dilalui. Tidak sedikit yang kemudian memilih untuk pergi. Mencari jalur lain yang tentu saja diharapkan lebih mudah. Padahal mereka tidak tahu apa yang ada di balik tembok itu mungkin lebih berharga dari apa yang akan mereka temui setelah membanting setir ke arah lain.

2018 tidak terdengar buruk untuk mencoba hal baru. Dan ya Konsisten.

This new year, new day. New people to meet. But still old me. I dont think i change. Celebrating 9 years blogging on this site. I wil try to post a day for a week. It doesnt have to be that long like a month. I need a week as a start again.

It is not like i am kind of people who make wish for the whole year at first day of january. No. I make a wish every day, at least five times. So yea, dont have to be new year to set new goal actually.

Hurt

I kind a know you. Not that detail. But yea, i think i know.
We both understand that we shouldn’t do things together, don’t we?
This is so wrong for us. And i decide to not get too close to you. You know, I feel comfortable when i was with you, yet i feel conflicted.

Have you guys know how it feels? When you close to someone but know that not to get too close to them is the best choise?

Khawatir

Semua orang punya kehidupannya masing masing. Ini pilihan mu apakah kamu mau fokus pada diri sendiri atau peduli pada orang lain. Meski berlawanan kamu akan memiliki dua sifat itu. Hanya saja tidak mudah menentukan kapan harus egois dan harus peduli.
Pernah dengar "kita hidup di atas ketidakberuntungan orang lain."?
Ini lah sebenarnya hidup.
Mengalah atau mengalahkan.