7 September, 2019 07:18

Dulu aku sering berpikir mengapa orang memutuskan untuk berada di sebuah hubungan. Maksudku, memiliki seorang kekasih. Tidakkah mereka memiliki teman? Tidakkah teman saja sudah cukup? Ternyata terkadang untuk beberapa orang, seorang kekasih bisa memberikan apa yang tidak bisa diberikan oleh teman. Jenis perhatian yg di berikan pun berbeda.

1 July, 2019 11:11

Ada kalanya kita lemah. Tak berdaya. Lelah. Cenderung menyalahkan keadaan tanpa sadar bahwa sedikit banyak situasi ini juga terjadi karena kita sendiri.Rasa bersalah yang tertutupi oleh keinginan akan pengakuan bahwa bukan kita penyebabnya. Kamu tahu, menyalahkan memang menjadi hal yang sangat mudah. Namun itu tidak mengubah banyak hal, bukan?

dear grandpa

this post is dedicated to my grandpa. it may be never reach him. but i still want to write this.

Dear Grandpa, just because you regret you couldn’t take master degree, that doesn’t mean that you may force me to take it. my mind is set. i will not take master degree.

Dear grandpa, my mother may be disappointed you because she chose to work, get married, and raise her child over taking master degree. but, grandpa, don’t you see, her child is way better educated compared to her niece who have higher educated mom.

Dear grandpa, please don’t force your value over me or mom, or my family. we are aware of choice and consequence that we chose. we are happy with what we are. or at least we try to.

Dear grandpa, i know that you don’t want us to fail in something that you had already fall to. but sometimes, you have to learn how to give advice and not nagging. I know that you don’t really mean that mean things you said.

But grandpa, have you ever try to be more considerate to my choice and not forcing me doing stuff you want to? please try to do that. please.

i am so not trying to teach you anything. you are smarter and of course older than me. i just want you to know that sometimes i am just sick of you. but i still grateful and proud that you are my grand pa.

tentang sebuah pilihan dan konsekuensi.

terkadang kamu dihadapkan dengan banyak urusan di satu waktu yang sama. tidak banyak yang bisa kamu lakukan. tapi kamu harus memilih. bisa jadi kamu memilih untuk memprioritaskan satu dari yang lain sehingga kamu bisa fokus pada urusan tersebut, namun harus rela tidak berkontribusi pada hal lain. bisa juga kamu memilih untuk tetap berusaha mengerjaka semuanya, tapi tidak ada yang maksimal dari semua urusan yang kau kerjakan. tidak ada yang salah dengan kedua pilihan tersebut. semua memiliki kelebihan dan kekurangan.
dan ketika kamu sudah memilih, seharusnya kamu tahu konsekuensi dari hal tersebut. baik atau tidaknya. apa yang akan kamu dapatkan dan yang akan kamu lewatkan.

Mampu

Terkadang kita tidak dilihatkan atas apa yang kita hadapi. Beberapa kali ditunjukkan namun fokus teralih ke hal yang lain. Atau memang sengaja tidak peduli.
Ada kalanya pula kita bisa memilih. Jalur mana yang akan kita tempuh, konsekuensi apa yang akan kita hadapi. Kadang jelas, samar, atau bahkan tak terlihat. Namun kita harus siap. Di jalan kita masing-masing. Kamu selalu mengatakan bahwa setiap orang punya prosesnya masing masing. Maka inilah proses kita. Dan kamu tahu, aku lebih yakin pada kelancaran yang akan kamu dapatkan dalam perjalananmu, mungkin dibanding kamu sendiri.
Kamu mampu dan aku tahu.
Kamu mampu dan tahu apa konsekuensi yang akan muncul setelah itu.
Kamu mampu. Mungkin ini akan menjadi hal besar baru lagi bagimu.
Kamu mampu. Mungkin aku juga begitu di jalanku.

Merayakan perubahan

tidak butuh 10 tahun untuk mengetahui bagaimana kamu berubah. Sungguh. Asalkan kamu peka. Sangat tergerak untuk menulis tentang ini sebenarnya. Semua orang terlihat seperti berbondong bondong memperlihatkan bagaimana perubahan fisik mereka. ya perubahan yang terlihat. Hal ini mengusikku untuk menulis tentang bagaimana sebenarnya aku juga berubah. Aku juga ingin menunjukkan perubahanku. hahaha.

tentu saja aku berubah. apalagi jika menengok ke 10 tahun yang lalu. kamu tahu, 10 tahun yang lalu aku masih terjebak pada dunia yang super sempit dan aku menutup diri. tidak benar benar menutup diri hanya saja aku tidak mencari tau tentang apa yang ada di luar ku.

10 tahun lalu, aku berhadapan dengan salah satu masa krisis yang terkenang sebagai masa “alay”. Seperti semua masalah yang kuhadapi adalah masalah terbesar seolah dunia akan hancur ketika masalah itu tidak selesai. tahun itu aku menghadapi kelulusan SMP. kamu tahu, semua materi pelajaran tertentu yang dipelajari 3 tahun di SMP diujikan selama 4 hari kala itu. Sedih ketika nilai try out terakhir tidak lolos batas minimal sementara target nilai yang ku adalah 90. ya. bodoh. ekspektasi terlalu tinggi. namun 10 tahun aku menemukan teman yang sampai sekarang kami masih dekat. Mereka yang menemani ku mengarungi masa krisis tersebut. aku senang bertemu mereka hingga sekarang. pernah tau kalimat “teman adalah mereka yang tidak membuatmu gelisah ketika bertemu.” ya itu definisi mereka. kami dekat satu sama lain. saling tahu orang tua satu sama lain. bahkan ketika bertemu dengan mereka, keluarga kami masing masing tidak lepas dari obrolan.

bohong jika aku bilang aku tidak berubah 10 tahun ini. aku memang berubah karena aku ingin berubah. aku lebih terbuka di beberapa hal, namun tidak di hal lain. apa yang tidak berubah dari aku? aku masih keras kepala, cerewet, dan tidak bisa diam.

untuk perubahan baru lagi, aku tidak tahu apa, kapan dia akan datang, dan bagaimana aku menghadapinya.

bonus foto perubahan wisuda SD (2007) dan persiapan wisuda kuliah (2018):

Kamu harus pergi

Kamu harus pergi. Karena kamu tidak seharusnya di sini. Mimpimu besar. Besar sekali hingga aku kadang terharu ketika membayangkan bagaimana suksesnya kamu nanti. Untuk itu kamu harus pergi.
Rasa tanggung jawab dan bakti menjadi dasar dari mimpi yang akan kamu wujudkan ini. Meskipun sebenarnya ini bukan hal yang kamu inginkan pada awalnya. Tapi semua orang percaya bahwa kamu bisa. Lebih dari keyakinanmu atas dirimu sendiri.
Sebuah proses akan dilewati dan tidak semuanya mudah. Tapi aku tahu kamu akan bisa melaluinya.
Kamu harus pergi
Kamu harus pergi
Kamu harus pergi dan aku harus melepasmu. Jangan khawatirkan aku. Kita semua berproses bukan? Aku akan menjalaninya tanpa kamu di sini. Kita masih bisa berkirim surat. Tapi hal di sekeliling kita akan berubah. Kedekatan, kesempatan, cerita, semua akan menjadi hal baru untuk kita. Semuanya.
Kamu harus pergi
Kamu tidak akan sendiri
Aku tidak akan sendiri
Seiring waktu berjalan, pasti kita akan bertemu orang lain yang akan menemani. Orang baru yang mungkin sejalan pikiran. Orang baru yang akan menerima kita. Orang baru yang kita biarkan masuk ke hidup kita masing-masing.
Kamu harus pergi
Karena bekalmu sudah cukup untuk pergi ke pos selanjutnya. Menjalankan misi di pos selanjutnya untuk meraih hal yang lebih besar nanti.
Kamu harus pergi
Karena aku percaya ketika kamu tidak di sini, kamu bisa mewujudkan harapan orang atasmu dan juga mimpi mu.
Terima kasih karena telah memilih untuk tinggal selama ini
Tapi
Kamu harus pergi

Berubah

Tentu saja semua berubah. Lingkungan, kesempatan, juga semua orang. Kita tidak bisa selamanya (terlihat) bahagia atau kuat. Ada kalanya gundah, sedih, dan banyak hal yang memunculkan rasa takut kemudian melemahkan kita. Menyadarkan bahwa bahagia adalah sebuah kenikmatan.
Sadar sepenuhnya aku tidak bisa menjadi orang yang sama. Tapi setiap orang punya batasan seberapa mereka ingin berubah. Ada toleransi dari batas tersebut sehingga aku masih bisa memakluminya.
Aku sedang belajar dengan dipaksa menjadi orang lain. Bukan aku. Keluar dari nilai yang selama ini kupercaya. Dan masih takut. Sangat takut jika prosesku tidak berjalan akan ada yang tersakiti. Ketika aku bisa berubah, aku yang tersakiti. Ini membuat seperti tidak ada jalan tengah. Aku hanya harus memilih untuk menyakiti orang lain atau diri sendiri.

8 years

8 years and still counting.

i remember that day when i didn’t sleep because i customize this blog. it has already 8 years. a lot of things happen since then.

8 years ago, when i was 15. my biggest problem was bad score at that time. the thought that i wouldn’t get in to good high school was always on my had. okay may be not always. but yea. that was it.

i remember that day very well. the day i graduated from junior high school. clothes that i wore was very bad. make me 40 years older. that day my some of teachers couldn’t attend that event. and i was so sad.

if i could go back, first thing that i want to do is slap my 15 years old self. lol.

Past and future

As time passed by, i miss those memories. Cant mention one. But want to go back. I want to be with you, have a chat in the middle of class, see your red face whenever i tease you.
As simple as the past, never really have problem. Just think about academic score and how to not hurting people around me.
Getting old is something that cant be avoided, but grow up, being wiser is choise, right?
The process may be painfull but that change us. To be better or worse.
To the past me, thanks for time that you take. You’ve met kinds of people and take some lesson for them. Some of them is not that worth to be friend with. But the rest of them are the best people you’ve met in your life. You were whinning, complaining, blaming a lot that past years, and now you are being better person.
To the future me, how was your life? Whats going on? Where are you now? Are you marry someone from the past? Someone from school? Or is it a new person? Are you glad of your life? What is your achivement? At least you’ve gone that far. Congratulartions!